Benang merah Knowledgement Management - Competitive Advantage


nu6124h4 - Posted on 14 July 2009

Knowledge Spiral.JPG

Akhir-akhir ini kita sering mendengar banyak perusahaan yang menerapkan knowledge management. Knowledge management ini hampir diterapkan di semua lini departemen. Dengan semakin kerasnya persaingan usaha, yang tidak lagi linier dan sulit ditebak, memaksa perusahaan untuk menempuh metode ini. Hal lain yang yang menyebabkan perusahaan memakai knowledge manajemen adalah keinginan akan informasi yang cepat antar internal departemen dan bahkan dengan pihak eksternal. Informasi ini bisa didapatkan dari pengetahuan seorang staff perusahaan yang kemudian ditransfer ke dalam sistem informatika yang kemudian di sebar luaskan ke seluruh departemen. Tentunya hal ini juga telah didukung dengan perkembangan teknologi IT yang sangat pesat. Dari penguasaan akan knowledge management inilah perusahaan bisa memperoleh suatu competitive advantage. Berikut ini saya akan menoba untuk menelaah satu per satu apa itu knowledge managemen, apa itu competitive advantage, dan bagaimana keterkatian antara knowledge management dengan competitive advantage.

Knowledge Management

Perubahan dunia sekarang ini mengarah ke suatu fenomena bahwa sumber ekonomi sekarang ini bukan lagi dalam bentuk money capital atau sumber daya alam tapi ke arah knowledge capital, sehingga harus knowledge apapun itu terutama yang berhubungan dengan perusahaan haruslah dikelola dengan bagus karena knowledge atau pengetahuan ini kedepannya akan memegang peranan penting.

Knowledge Management (KM) difinisikan sebagai suatu cara atau proses untuk mengelola dan menggunakan segala informasi yang didapat dari berbagai macam sumber, baik berasala dari sebuah paper, dokumen, ataupun dalam suatu database di dalam server computer yang kemudian digunakan sebagai suatu kelebihan bersaing bagi perusahaan. Hal ini juga dikemukakan oleh Awad dan Ghaziri (2004:3): “ KM is the process of capturing and making use of a firm’s collective expertise anywhere in the business – on paper, in documents, in database, or in people’s head. Knowledge itu sendiri ada tiga macam, yaitu:
1.Tacit knowledge
pengetahuan yang tidak mudah dideskripsikan dan dibagikan. Tacit knowledge berupa pengalaman atau keahlian yang belum terdokumentasi.
2.Explicit Knowledge
pengetahuan yang formal, telah sistematis dan mudah untuk di bagi ke orang lain. Explicit Knowledge dapat kita temukan pada buku, referensi atau lainnya.
3.Potential Knowledge
Pengetahuan yang berkembang dari hasil analisis terhadap data yang ada.
Pengetahuan ini bisa tersebar dimana-mana, namun bagaimana caranya pengetahuan tersebut bisa diraih dan menjadikan suatu pengetahuan yang dapat dipakai oleh suatu perusahaan, disinilah peran daripada knowledge management itu.

Lalu bagaimana keterkaitannya antara knowledge management dengan peningkatan competitive advantage perusahaan?

Competitive Advantage

Competitive advantage merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk bersaing lebih unggul dibandingkan kompetitior. Competitive advantage dapat dihasilkan dari berbagai macam cara, sebagai contoh keunggulan dalam hal kapasitas produksi, keunggulan dalam hal akses ke sumber daya, keunggulan dalam hal asset perusahaan (gedung, kendaraan, mesin pabrik), atau keunggulan dalam hal pengetahuan. Nah keunggulan dalam hal pengetahuan ini bila kita kita kelola dengan baik akan dapat menjadikan senjata yang unggul dalam bersaing. Saya beri contoh Toyota menciptakan suatu filosofi Toyota Way yang kemudian berkembang menjadi salah satu dasar manajemen kualitas yang tertulis dalam Toyota Production System. Contoh lainnya Schlumberger yang mengeluarkan sistem InTouch, suatu sistem yang didesain untuk membuang segala keruwetan informasi sehingga mempermudah karyawam untuk saling knowledge sharing.

Nah, disinilah benang merah antara knowledge management dengan competitive advantage, utamanya keunggulan bersaing dalam hal pengetahuan. Knowledge management menjadi suatu tools untuk mewujudkan knowledge competitive advantage. Dengan pengelolaan pengetahuan tersebut dengan baik, maka perusahaan akan memperoleh beberapa keuntungan antara lain:
-Mengetahui kekuatan (dan penempatan) seluruh SDM
-Penggunaan kembali pengetahuan yang sudah ada (ditemukan) alias tidak perlu mengulang proses kegagalan
-Mempercepat proses penciptaan pengetahuan baru dari pengetahuan yang ada
-Menjaga pergerakan organisasi tetap stabil meskipun terjadi arus keluar-masuk SDM

Knowledge Spiral
Ada satu hal lagi yang tidak bisa dipisahkan dari knowledge management karena menjadi salah satu legenda dalam Knowledge Management yaitu knowledge spiral yang dikenalkan oleh Ikujiro Nonaka dengan bukunya The Knowledge-Creating Company. Ikujiro Nonaka membuat suatu formulasi yang kita kenal dengan nama SECI atau Knowledge Spiral.

Inti konsepnya dalam knowledge spiral bahwa pengetahuan itu mengalami proses bilamana digambarkan akan berbentuk spiral. Proses itu antara lain Externalization - Combination – Internalization - Socialization.

Proses eksternalisasi (externalization),
Proses ini mengubah tacit knowledge menjadi explicit knowledge. Secara natural tacit knowledge sulit dikonversi menjadi explicit knowledge. Proses ini bisa dilakukan dengan mendokumentasikan atau menuliskan know-how dan pengalaman yang didapatkan ke dalam bentuk tulisan artikel atau bahkan buku apabila perlu.

Proses kombinasi (combination),
Proses ini memanfaatkan explicit knowledge yang telah ada untuk diimplementasikan menjadi explicit knowledge lain. Proses ini bisa dengan mengkombinasikan explicit knowledge yang satu dengan yang lainnya sehingga menjadi explicit knowledge baru. Dengan proses ini, kita bisa meningkatkan skill dan produktifitas.

Proses internalisasi (internalization),
Proses ini mengubah explicit knowledge sebagai inspirasi datangnya tacit knowledge. Dengan referensi dari manual dan buku yang ada, kita menemukan pengalaman baru, pemahaman baru dan know-how baru.

Proses sosialisasi (socialization),
Sosialisasi meliputi sharing information dan komunikasi tacit knowledge ke orang lain misalnya dengan cara rapat bersama dalam kantor. Agar lebih efektif, ketika akan sharing diusahakan mengambil suatu tempat dimana terdapat orang-orang yang memiliki kesamaan sudut pandang sehingga nantinya bisa berjalan efektif. Jika dalam perusahaan, meeting seperti ini biasa dilakukan misalnya team meeting atau meeting satu departemen yang sama.

By Rizki - 090810258M

Who's online

There are currently 0 users and 0 guests online.